SARANGAN 2006
1 May 2006 by c4nt1k
Lagi pengin cerita nih.
Kemarin, tanggal 30 April ampe 1 Mei 2006. Aku dan temen2 kantorku melancong ke Telaga Sarangan, berada di kaki gunung Lawu, berjarak +/ - 16 Km(arah barat) dari Kota Magetan. Berangkat dari Surabaya sekitar jam 12.00 hari Minggu, 30 April 2006. Setelah sekitar 6 jam diperjalanan, akhirnya sampailah juga aku dan rombonganku di Telaga Sarangan. Kami menginap di Hotel MERAH. Kalo mau diceritain keadaan hotelnya sih. Letaknya ada pas didepan telaga. Tapi sayang, gak ada halamannya, langsung jalan raya. Luas tanah hotelnya gak seberapa luas. Terdiri dari 4 lantai. Aku dan temen2 satu kamar ada dilantai 2. Pembagian kamarnya lucu deh. Satu ruangan terdiri dari 2 kamar tidur + kamar mandi dalam dan ruang tamu. Satu ruangan diberi nama Villa A,B,C, D, dan seterusnya. Aku, Vivine, Dewi Ambar dan Dewi Indri dapat villa B, kamar nomor 9. Dalam villa B ada satu kamar lagi, yaitu kamar nomor 10 berisi Bu Fadilah, Melly (Kutisari), Deasy dan Merry (??? PU cewek) . Kebetulan sih cewek semua. Nah ada yang ganjil nih. Ada temenku yang dapat villa C, kamar nomor 11 punya temenku yang cewek itu bersebelahan dengan kamar nomor 12 yang dihuni cowok PU. Pertama sih agak kaget2 gitu. Kok satu ruangan ama cowok. Kalo ada apa2 gimana nih ? Tapi akhirnya sih gak masalah. Yang penting kan kebersamaan
Setelah makan malam, panitia ngadain sedikit games buat kami. Games yang melibatkan kami semua. Hadiahnya sih gak bisa dibilang mewah sih, tapi yah lumayan dari pada beli sendiri :D. Game yang pertama diperuntukkan bagi mereka yang membawa serta keluarganya. Sebenarnya ada lima pasangan yang ikut serta dalam perjalanan ini, yaitu Keluarganya Pak Aziz, Pak Siswo, Pak Tonny, Bu Amalia, dan Bu Tri. Cuma yang ikut permainannya cuma empat, Keluarga pak Aziz gak ikut. Game ini sebenarnya cuma mengingatkan aja pada mereka tentang kenangan selama pacaran. Pertanyaannya diantaranya :
- Dimana Anda pertama kali bertemu ?
- Berapa lama Anda berpacaran sebelum akhirnya menikah ?
- Dimana tempat favorit Anda selama pacaran?
- Berapa ukuran sepatu pasangan Anda?
- Apa warna favorit pasangan Anda?
- Kado apa yang pertama kali Anda berikan/terima dari pasangan Anda ?
Tidak semua pertanyaan dijawab dengan benar, malah ada yang salah semua :(. Pasangan yang paling banyak benarnya dalah pasangan keluarga Bu Tri. Emang sih dia pacarannya lumayan lama, 5 tahun. Dan yang paling parah adalah pasangan keluarga Pak Tonny. Gak ada yang bener blassss. Wah gimana tuh komunikasinya. Makanya, kalo pacaran jangan sampai melupakan hal2 kecil macam gitu. Meskipun keliatannya sepele, tapi bisa sangat menentukan apakah Anda sangat memperhatikan pasangan Anda, ataukah sambil lalu aja Anda mengingatnya.
Setelah game pertama selesai, ada permainan kedua. yang ini melibatkan cowok cewek yang belum menikah. Dan yang ikut ada 4 cowok, 4 cewek. Mereka disuruh membuat rangakaian dari apa yang ada ditubuh mereka. Kalo rangkaian yang dibuat paling panjang, dialah pemenangnya. Nah disini ada kejadian yang agak "porno". Ada satu peserta yang sampai melepaskan tali kolornya buat disambungkan dirangkaian yang dia bikin. KACAU BANGET. Akhirnya dia cuma dapat juara II, yang juara I diterima oleh Nuansa, wartawannya STIKOM. Namanya juga wartawan, pastilah dia nyimpen semua kartu nama yang dia peroleh. Jadilah itu kartu nama dia jejer2 jadi rangkaian paling panjang :D. Permaianan ini sebenarnya membuat kita mengerahkan segala daya upaya yang kita miliki untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kalo kita pengin jadi yang terbaik, ya jangan setengah-setengah ngelakuinnya. Kalo perlu keluarkan tali kolornya
Acara selanjutnya sih acara bebas, bakar jagung ama karaokean. Aku sih lagi males banget nyanyi waktu itu. Jadilah aku cangkruk di tepi telaga sarangan, dibawah gerimis2 dan kabut yang turun. Kebetulan banget air di Telaga Sarangannya lagi penuh, jadi bagus banget. Gak kayak pertama kali aku kesana. Air telaganya lagi surut. Mereka melek ampe jam 1 malam. Aku sih gak kuat. Aku jam 12 udah masuk kamar. Gak kuat dinginnya.
Pagi2 jam 5 alarm HPku udah bunyi. Maunya sih pengin tidur terus. Tapi udah gak bisa, udah terlanjur terkena hawa dingin. Ya udah, bangun aja sekalian. Air panasnya dikamar mandi gak nyala lagi. Biarin deh, niatin mandi pake air diiiiingggggiiiiinnnnn. Segaaaaaarrrrr. Abis gitu, jalan2 bentar mengelilingi telaga sambil menghirup udara hutan yang masih segar. Kabut tipis2 udah mulai hilang. Bagus banget. Sempet foto2 bentar. Setelah itu Sarapan.
Abis sarapan, acara selanjutnya naik gunung ke Air terjun. Air terjunnya sendiri sebenarnya gak seberapa besar seperti di tawang mangu atau di kakek bodho. Tapi perjalanannya menuju ke air terjun itu yang asyik banget. Melewati sungai2 kecil yang airnya bening banget, ngeliat kebun2 wortel, kubis, dan tanaman sayur yang lain. Naik turun jalan setapak. Jalannya sih udah dibangun jadi lebih bagus sekarang daripada waktu aku pertama kesana. Hampir2 gak kuat naiknya. Lumayan terjal sih. Tapi yang hebat, ada kakek yang "jual" kayu untuk mendaki, kuat naik turun beberapa kali tanpa ada rasa capek yang luar biasa kayak yang aku rasain. Mungkin emang dia udah terbiasa yah :O. Setelah melalui jalan terjal, berliku dan berbatu, sampailah aku dibawah air terjun. Segar banget. Tapi dingin banget. Istirahat sebentar disana sambil makan sate.
Tapi sayang, dialiran air terjun itu ada banyak sampah yang tidak terangkut oleh aliran air. Jadinya sampah2 itu mengumpul disitu. Kalo saja pemerintah daerah benar2 memperhatikan kebersihan aliran airnya pasti deh tambah bagus.
Udah foto2, udah makan sate, udah istirahat, akhirnya kita turun. Oh ya, waktu aku naik ke air terjunnya, aku barengan ama Pak Yuswanto, Pak Subiyantoro dan Evelina. Menyusul kemudian Bu Wulan dan Bu Lilis. Perjalanan yang menyenangkan
Udah sampai dihotel lagi, persiapan untuk pulang. Belanja sedikit buah-buahan. Aku sengaja gak belanja terlalu banyak. Susah bawa pulangnya.
Setelah makan siang, akhirnya sekitar jam 12.30 bis kembali meluncur ke Surabaya. Tapi mampir sebentar ke Sentra Industri Kulit. Aku sih maunya beli sepatu, lumayan lah harganya. Tapi karena gak ada ukuran yang pas buat kaki aku, jadinya gak jadi beli deh. Malah yang lain dapat dompet. Setelah puas belanja2. Pulanglah kita ke STIKOM Surabaya. Selama perjalanan, hujan lumayan deres menyertai. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Surabaya sekitar pukul 18.00.
Yah itu sedikit cerita dari Telaga Sarangan dalam rangka DIES NATALIS STIKOM SURABAYA yang ke 23. Semoga cerita bahagia ini akan diikuti cerita bahagia yang lainnya.
Wahhh mbak tyas..seru banget ya ceritanya…enak banget ya refreshing gitu…duhh pengen jadi karyawannya STIKOM nih rasanya…hehehe… (abis sering jalan2 refreshing gitu sih ;-p )